Bertransformasinya Rumah Kentang di Bandung Menjadi Restoran

Foto rumah kentang di jalan banda yang dulu dikenal angker kini menjadi Roemah Kentang sebuah café dan resto kekinian (Fotografer-Putri Apriliana)

JurnalDaily.id, Bandung - Bangunan Rumah Kentang yang berlokasi di Jl. Banda No.8, Citarum, Kota Bandung. Dulu angker sekarang modern.

Rumah kentang yang dulu mempunyai kisah mistis kini menjadi sebuah cafe and resto yang kekinian tanpa menghilangkan nilai aslinya yang bernuansa kolonial tahun 1900an. 

Bangunan rumah kentang yang bernuansa lawas kini disulap sedemikian rupa menjadi bangunan yang bernuansa modern dan klasik, karena dipadukan antara basic bangunan rumah kentang yang asli yang tidak dirubah sejengkal pun karena masih terlihat layak bahkan bisa menambah nilai tersendiri bagi café dan restoran rumah kentang ini. Dipadukan dengan penambahan interior dan alat yang modern tetapi masih bisa di match and mix kan dengan nuansa kolonial agar kekuatan eritis bangunan ini masih nampak tetapi nuansa angkernya sudah tidak ada dan yang nampak adalah nuansa kekinian sesuai dengan anak muda zaman sekarang.   

Terdapat 3 spot menarik di tempat ini yang masing- spotnya memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Tujuan dari adanya spot yang berbeda ini agar ada suasana berbeda yang disajikan kepada pengunjung spot pertama di dalam terdapat nuansa kolonial yang terasa masih sangat kental dengan adanya organ tahun 1920-an peninggalan dari rumah ini yang berbentuk pilar yang berusia 200 tahun. Spot kedua lebih kepada launch yang sebenarnya dimana pengunjung dudukduduk mendengarkan musik bahkan tidur karena café dan restoran ini tidak membatasi waktu. Dan spot ketiga atau bagian luar restoran tempat ini untuk nongkrong dan bersantai. 

Pak Erwin pemilik Café and Resto Roemah Kentang, mengatakan, “Dengan menjadikan Rumah Kentang sebagai Resto and launch ini memberikan suatu pandangan baru kepada masyarakat dengan berbagai isu rumor yang beredar di tengah masyarakat bahwa Rumah Kentang ini tidak seperti rumor yang beredar, selain itu agar orang yang tidak pernah ke bangunan ini dapat berkunjung dan merasakan nuansa di dalamnya yang kental dengan nuansa kolonial dan tempat ini berada di tengah kota besar dan strategis cocok untuk dijadikan sebuah café and resto yang bisa dijadikan tempat meeting point, tempat santai dan tempat nongkrong. Itulah salah satu alasan dijadikannya Rumah Kentang sebagai café dan restoran” ujarnya. 

Café dan restoran Roemah Kentang 1908 ini memiliki tagline rendezvous with history for a and unique delicacy/ yang intinya di tempat sejarah sambil menikmati hidangan peranakan yang di kreasikan menjadi hidangan kekinian. Pungkasnya.


Putri Apriliana (Jurnalis JurnalDaily.id)

Komentar